Abdan Syakura, Fika Arindi Eldi, Hilmah Noviandry

 

Abstract

Pendahuluan: Hospitalisasi memberikan dampak psikologis pada anak. Salah satu tindakan yang paling berdampak adalah pemasangan infus. Kecemasan anak yang terpasang infus akan meningkatkan penolakan anak terhadap tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan anak yang dipasang infus menggunakan distraksi bercerita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 anak yang dipasang infus di puskesmas diambil menggunakan teknik accidental sampling total sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan anak pada pemasangan infus setelah mendapatkan terapi bercerita. Instrumen yang digunakan adalah observasi menggunakan skala ordinal. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Sebagian besar anak yang dipasang infus mengalami kecemasan klinis. Kesimpulan: Anak yang dipasang infus sebaiknya lebih banyak didampingi oleh orang tua supaya anak tidak merasakan ketakutan dan anak juga harus diberikan pengalihan yang anak lebih sukai terutama dengan cara bercerita menggunakan buku cerita.

 

URL : https://www.ejournalwiraraja.com/index.php/FIK/article/view/1896

DOI : https://doi.org/10.24929/fik.v12i1.1896

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *